Kepada Singgalang bertanya aku
Wahai gunung masa kanakku
Di lututmu kampung ibuku
Kenapa indahmu dari dahulu
Tak Habis-habis jadi rinduku ?
Kepada Merapi berkata aku
Wahai gunung masa bayiku
Di telapakmu kampung ayahku
Kenapa gagahmu dari dahulu
Tak habis-habis dalam ingatanku ?
Kedua gunung tentu saja
Cuaca dingin bahasanya
Kabut putih kosakatanya
Rintih hujan ungkapannya
Senyap biru bisikannya
Kepada dua gunung kuulang Tanya
Terjawab lewat desah jutaan daun rimba raya
Bergema begitu indahnya lewat margasatwa
Ombak nyanyian insekta betapa merdunya :
“bertanya lah pada Yang Di Atas Sana”