Ide awal diselenggarakannya kegiatan ini yaitu ingin mempererat silaturahmi antara sesama orang tua murid dan juga ingin meningkatkan interaksi antara anak dan orang tua. Oleh karena itu selama kegiatan berlangsung, orang tua dan anaknya selalu berdampingan, baik itu ketika menjalankan aktivitas simulasi games ataupun kegiatan lain di luar permainan.
Kedatangan peserta yang dijadwalkan pukul 08.00 mundur menjadi pukul 09.30. Disambut dengan hujan deras yang mengguyur daerah camp dan sekitarnya, peserta turun dari bis dan langsung menyimpan barang bawaannya di saung rancage, kemudian menikmati welcome drink yang telah disuguhkan oleh pihak camp hulu cai.
Setelah sekitar 30 menit menikmati welcome drink, acara pembukaan pun dimulai langsung di cafeteria. Acara pembukaan yang di buka langsung oleh pihak RA. Madinatun Naja diikuti pembacaan doa mulai menarik perhatian para peserta.
Setelah pembagian kelompok berdasarkan bis nya masing-masing, peserta langsung di ajak bermain oleh instruktur yang telah siap sedia. Peserta yang naik bis 1 dan 2 pertama-tama memainkan perkusi dan peserta yang berasal dari bis 3 dan 4 bermain vocal grup. Masing-masing permainan berlangsung selama 30 menit, setelah itu para peserta bertukar tempat dan bertukar permainan sampai waktu makan siang pada pukul 11.30.
Pada pukul 13.00 yang merupakan waktu yang telah ditunggu-tunggu oleh para adik-adik. Hal ini terbukti, ketika waktu belum tiba, tetapi beberapa anak berkali-kali menanyakan kegiatan selanjutnya. Dan ketika waktu menujukan pukul 12.45, semua peserta berkumpul di tempat parkir bawah untuk bersiap bersama kelompoknya menuju ke pos permainan yang akan dimainkan.
Peserta dari bis 1 dan 2 langsung memainkan rakit race secara bergantian. Setelah melakukan kesepakatan, akhirnya kelompok dari bis 2 memulai permainan terlebih dahulu. Tugas dari permainan ini adalah membawa bendera yang berada di ujung danau dengan menggunakan rakit. Meskipun diguyur oleh hujan yang cukup deras, tetapi semua peserta, baik itu anak-anak maupun para orang tua sangat antusias menjalankan simulasi ini.
Ketika kelompok 1 dan 2 memainkan rakit race, kelompok 3 dan 4 memainkan simulasi jaga lilin. Tugas dari permainan ini adalah mengantarkan lilin yang menyala ke daerah musuh, yang kali ini musuhnya adalah kelompok lawan. Rintangan yang dihadapi dalam menyelesaikan misi ini adalah bom air yang akan dilemparkan oleh kelompok lawan. Oleh karena itu semua anggota kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menahan dan menghalau bom yang dilancarkan oleh kelompok lawan.
Setelah semua berbasah-basah ria dengan rakit dan bom airnya, akhirnya menuju ke permainan terakhir. Dengan keadaan badan basah kuyup karena diguyur tanpa henti oleh air hujan yang sangat deras, seluruh peserta pun beralih ke daerah babakan untuk mengikuti permainan terakhir, yaitu bedah balong. Di permainan ini, semua peserta harus nyebur ke dalam sebuah kolam ikan untuk menangkap ikan mas tanpa alat bantu. Beberapa anak terlihat senang dan antusias mengikuti permainan ini, dimana mereka bebas bermain lumpur dan air yang biasanya dilarang oleh orang tua mereka. Dan beberapa orang tua pun sepakat, meskipun anaknya bermain kotor-kotoran ditambah hujan deras yang menerpa anaknya, mereka semua tidak melarang, bahkan terlihat beberapa orang tua ikut bergembira bersama dan melebur bersama anak-anaknya.
Setelah permainan ini selesai, maka berakhir pula lah seluruh program Familly Gathering RA. Madinatun Naja ini. Tetapi keceriaan belum selesai sampai disini, karena sambil mengantri untuk mandi dan bersih-bersih, terlihat beberapa anak bahkan orang tua ikut turun dan berenang bersama di kolam renang.
Dan akhirnya program pun secara resmi ditutup setelah semua peserta menikmati coffe break dan acara foto bersama di lapangan parkir bawah. Setelah itu peserta kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan bisnya semula.



