Adzan magrib yg tak lagi dirindukan
Besok lebaran!
Sejak kecil, lebaran selalu saja dirindukan.
Anak-anak merindukan baju dan mainan baru.
Remaja merindukan gadget dan kendaraan baru.
Orang dewasa merindukan kampung halaman dan masa kecilnya.
Orang dewasa merindukan ibu dan bapaknya.
Ibu dan bapak merindukan anaknya yg merantau di kota besar.
Besok lebaran!
Sebuah perhelatan besar di negeri 1000 perayaan
Ketika kelahiran dirayakan
Ketika menanam padi dirayakan
Ketika panen padi dirayakan
Ketika raja ulang tahun dirayakan
Ketika pernikahan dirayakan
Ketika kematian pun dirayakan
Maka, atas nama perayaan
Lebaran pun harus dirayakan!
Lalu apa yg sebenarnya dirayakan?
Kemenangan tentunya!
Kemenangan siapa? Menang atas apa? Bagaimana sejatinya sikap seorang pemenang?
Bukankah perayaan membuat pemenang menjadi lengah?
Selamat merenungi lebaran saudaraku
Semoga kita masih tetap merindukan adzan maghrib. Seperti hari hari kemarin. Ketika adzan maghrib ditunggui semua orang.
Selamat lebaran ya…..
Maafkan lahir dan batin
Semoga jumpa dengan ramadhan berikutnya
Bdg, 16 juli 2015
Kurfa