Hari minggu sore, Jelang pertandingan Final piala Presiden. Sebagai bobotoh persib sejak tahun 1986 yang harga tiket masuk stadion siliwangi masih Rp. 1.500,- saya merasa sedih tidak bisa menyaksikan Persib main langsung di GBK, padahal dulu saya bercita-cita jika punya anak dan Persib main di GBK saya akan mengajaknya, mmh…, ya sudahlah lain kali pasti ke GBK. Sebenarnya pertandingan kali ini aneh Final Piala Presiden yang akan dilakoni oleh Persib adalah sebuah turnamen yang asbabun nuzulnya ndak jelas karena penyelenggaranya bukan PSSI melainkan Mahaka milik Erick Thohir sang pengusaha yang juga Owner dari Inter Milan. Final piala presiden kali ini akan mempertemukan Persib Bandung VS Sriwijaya FC yang dulu bernama Persijatim. Puluhan ribu bobotoh berangkat dari kota Bandung dan kota-kota lain di seantero Jawa Barat. The Jak supporter Persija yang menjadi musuh bobotoh memberikan pesan damai dan tidak akan rusuh. Ibukota mencekam, status siaga satu diberikan oleh Kapolri, mereka yang tidak menikmati pertandingan Persib memilih diam di rumah dan berdoa semoga pertandingan lancar dan damai. Mari kita doakan!!!
Kita semua sama-sama mahfum bahwa setahun belakangan ini PSSI mendapatkan sanksi dibekukan dari keanggotaan FIFA. Sepakbola kita suram, industri pendukung sepakbola pun terancam kehilangan nafkahnya. Inisiatif Piala Presiden oleh Erick Thohir ini tentu layak diberikan apresiasi yang baik, karena paling tidak gairah sepakbila di tanah air tetap terjaga. Sepakbola memang telah menjadi bahasa universal, ketika ada konflik kemanusiaan maka sepakbola akan menjadi bahasa kemanusiaan, ketika ada kampanye kemiskinan maka sepakbola menjadi bahasa kemiskinan. Sepakbola adalah bahasa persatuan di tengah konflik dunia yang semakin menegangkan. Di lapangan sepakbola, para pemain sepakbola menjadi idola bahkan nabi baru. apa yang dilakukan Christiano Ronaldo di lapangan akan diikuti jutaan bahkan puluhan juta pengikutnya. tidak percaya? lihatlah follower twitternya yang mencapai 38 juta, kemudian setiap twit akan diretwit sebanyak 3 ribu hingga 14 ribu re-twit. luar biasa bukan?
Saya membayangkan, betapa senangnya manusia yang menemukan sepakbola ini, di alam barzah sana, saya membayangkan ia sedang berdialog dengan Tuhan. Tuhan berkata “Hai kamu, penemu sepakbola! mendekatlah kepadaKU, nanti setelah kiamat kau akan KUtempatkan di surga terbaik yang AKU miliki” penemu sepakbola kegirangan, saking girangnya sambil meneteskan air mata ia berkata ” terima kasih ya Tuhan, aku tidak menyangka bahwa penemuan yang telah aku lakukan ternyata bermanfaat bagi seluruh umat manusia di bumi” namun ternyata, percakapan itu adalah percakapan yang klasik, yang sudah amat lama. Terjadi pada awal-awal kematian sang penemu sepakbola. kemarin, jelang final Persib VS Sriwijaya FC Tuhan kembali memanggil penemu sepakbola. Tuhan berkata “Hai kamu, penemu sepakbola, mendekatlah padaKU nanti pada saat kiamat kau akan kutempatkan di kerak Neraka!” sambil menggigil sang penemu sepakbola bertanya kepada Tuhan ” Yaa Tuhanku, mengapa keputusanMU berubah? bukankah dulu KAU katakan bahwa aku akan masuk dalam surgaMU yang terbaik? mengapa berubah?”
Lalu Tuhan menjawab “Hai penemu sepakbola, gara-gara penemuanmu ratusan ribu bahkan jutaan manusia berpaling dariku” seminggu sekali pada saat dini hari ratusan ribu manusia Indonesia melakukan I’tikaf, melakukan kebaktian menghadap televisi selama dua jam penuh menyaksikan liga Eropa. Bukankah aku sudah perintahkan Shalat di sepertiga malam? kemudian di belahan bumi yang lain pada saat team kelas dunia bertanding ada puluhan juta mungkin ratusan juta mata asyik, khusyuk melakukan kebaktian bernama menonton sepakbola, jelaslah itu adalah sebuah pelanggaran kepadaKU” demikian Tuhan menjelaskan. Kemudian Tuhan melanjutkan “Hai penemu sepakbola, ada sebagian penganut “agama” sepakbola ini telah berusaha menjadi wakil Tuhan di muka bumi.” “Mereka melakukan pengrusakan fasilitas publik, melakukan pengrusakan properti, bahkan ada yang berani membunuh hanya karena mereka berbeda “Agama” bukankah itu semua dampak buruk dari sepakbola?” untuk itulah hai penemu sepakbola kau akan KUlempar ke neraka. penemu sepakbola bersujud di hadapan Tuhan sambil berkata “ampuni aku ya Tuhan, aku tidak bermaksud membuat permainan sepakbola menjadi seperti ini” demikianlah kira-kira dialog imajiner antara Tuhan dan penemu sepakbola.
Pertandingan Persib VS Sriwijaya ini adalah bukti, karena permusuhan antara the Jak dengan Bobotoh maka jakarta dinyatakan siaga satu. padahal Persija sama sekali tidak bertanding di final kali ini, hanya karena lokasi pertandingan berada di GBK sehingga the Jak merasa perlu memberikan “Warning” bahkan warning tersebut banyak yang bernada intimidasi. Untunglah pemerintah peka dan tanggap, segera saja walikota bandung datang menghadap ketua The Jak, “kulonuwun” dan memberikan garansi bahwa bobotoh akan datang tertib dan pulang tertib, datang bersih dan pulang bersih, kesiapan aparatur kepolisian dibantu TNI dan koordinasi antara walikota Bandung Ridwan Kamil dengan gubernur DKI Jakarta Ahok. Saya berdoa dan berharap semoga pertandingan lancar dan tentunya Persib menang dengan skor telak. Untuk pertandingan kali ini saya prediksi Persib akan menang 3-1.
Bicara penemu sepakbola, saya suka teringat dengan penemu rendang yang saya yakini saat ini sedang tersenyum, menunggu waktunya untuk masuk surga. karena rendang, sejak ditemukan hingga saat ini masih memberikan kebahagiaan bagi mereka yang menikmatinya hanya sayang tidak ada kategori nobel untuknya. Marilah kita selamatkan penemu sepakbola supaya diangkat kembali oleh Tuhan ke Surga, sudah sepatutnya kita tempatkan sepakbola sebagai media yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan bukan sebagai Agama.

HIDUP PERSIB!!!