Narkotika, Hari Ibu dan Amnesia Sejarah

Mereka yang seusia saya, adalah generasi peralihan. Generasi terakhir sebelum internet age. Beberapa orang mengatakan kami ini lost generation. Mengapa demikian? Sebagai generasi peralihan, kami hidup di zaman yg serba baru, dulu tidak ada telepon, lalu ada. Dulu tidak ada makanan instan sekarang ada. Dulu tidak ada restoran cepat saji, sekarang ada. Dulu tidak ada internet, sekarang ada.

Banyak hal-hal baru hadir tanpa sempat kami mampu beradaptasi. perubahan tidak lagi dalam ukuran angka tahun melainkan menit bahkan detik. Semua yang hidup sebagai generasi peralihan ini hanya berupaya “ngigelan jaman“. Beberapa orang lebih dalam lagi pemahamannya, “berusaha larut tapi tidak terlarut“.

Semua mengalami gegar budaya. beberapa di antaranya bahkan sulit untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. Kami hidup dalam zaman yang menuntut perubahan setiap saat agar Survive. Namun beberapa di antara kami tetap mampu menjawab tantangan zaman berkibar di tengah pertentangan ideologi dunia seperti Konservatisme, Liberalisme, Islam, demokrasi, Feminisme, Sosialisme yang semuanya bersaing mendapatkan pengaruh dan semuanya menjanjikan perdamaian. which one you choose?

Salah satu tantangan akhir zaman ini adalah Narkotika alias obat bius. secara sederhana definisi narkotika menurut wikipedia adalah :

” zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut”

Dalam dunia narkotika, sesungguhnya sebagian besar adalah korban. Sebagian lagi tewas di tangan benda mengerikan ini. Sebagian yang survive, mengalami amnesia sejarah. Sulit mengingat hal-hal penting di masa lalu, sebagian yg lain mengalami persoalan kejiwaan dan yg paling “mending” adalah mengalami anomali dan ambiguitas dalam interaksi sosial. Namun mereka survive, hadir di tengah-tengah kita dan menjadi penanda jaman yg kian berwarna-warni.

Narkotika menjadi jalan keluar bagi mereka yang memerlukan healing, ia menjadi penghilang rasa sakit, rasa marah, kecewa, terhadap diri sendiri dan lingkungan. seolah-olah ia adalah jawaban atas keterpurukan diri. Lalu dimanakah letaknya kasih sayang itu?

Hari ini, adalah hari ibu. Saya teringat, kata-kata seorang tua di akhir tahun 2000-an. Bahwa, membangun generasi yg kuat adalah dengan membangun kaum perempuan yang kuat!

Mmh.. 15 tahun berlalu, saya barulah menyadari bahwa peran ibu memang sangat vital dalam membesarkan anak-anaknya. Segudang persoalan bisa selesai dengan kasih sayang ibu. jadikanlah ibu sebagai sandaran atas rasa kecewa, marah dan gelisah. Ibu adalah narkotika sesungguhnya. Sehingga tidak ada lagi generasi yang mengalami amnesia sejarah. Karena amnesia sejarah menjadi titik awal jatuhnya peradaban. Jadi! Sayangi ibumu, hormati ibumu! bagi ibunya yang telah wafat, doakanlah!
Untuk yg sudah jadi ibu, gunakanlah kesempatan sebagai ibu untuk membangun peradaban kita.
Selamat hari ibu!

Tinggalkan komentar