Mudik dan Masuk Surga

Fenomena mudik tahun ini ternyata tidak lebih baik dari tahun lalu. terjadinya antrian panjang hingga mencapai 30 km di #brexit alias brebes exit adalah salah satu bukti carut-marutnya persiapan dalam menyambut mudik tahun ini. Beberapa media menyebutkan bahwa telah terjadi jatuhnya korban akibat macet #brexit dan 18 orang dinyatakan wafat. Seorang kawan mengatakan panasnya udara, bahan bakar menipis, udara yang kotor mengakibatkan kematian ini. salah satunya melalui broadcast message aplikasi Whatsapp yang mengirimkan surat terbuka kepada menteri perhubungan. Di lain tempat teman saya berangkat dari bekasi dan mencapai Jogja dalam waktu 62 Jam. Luar biasa! saya teringat kakek saya dahulu ke jogja selama 25 hari, Jalan kaki akibat isi perjanjian renville yang mengharuskan tentara siliwangi hijrah ke Jogja.

Baiklah, saya tidak akan membahas seputar mudik karena yang membahas sudahlah banyak. Saya ingin bicara tentang surga….

Dahulu Adam diciptakan Allah SWT sebagai penghuni surga, kemudian Iblis menggoda sehingga larangan yang Allah sampaikan pada Adam dilanggar, lalu Adam dihukum dan diturunkan ke bumi. Banyak orang mengatakan bahwa kita berada di Dunia ini karena dosa yang dilakukan Adam. Sejatinya manusia ini adalah penduduk surga, asli dari surga dengan default setting surga. Ada teman bercerita, salah satu legacy bahwa kita ini penduduk surga adalah adanya hati nurani. Suatu ruang dalam diri kita yang selalu bicara kebenaran, meskipun manusia berbohong nurani tetap akan menyuarakan kebenaran. Sehingga sering muncul istilah “bagaimanapun juga, kita tidak dapat membohongi hati nurani”. Sebagai mantan penduduk surga kita ingin kembali ke surga, berbondong-bondong manusia di bumi ini melakukan perintah agama agar dapat masuk ke dalam surga.

Penduduk di Timur Pulau Jawa (Baca : Jawa tengah dan Jawa timur) karena kebijakan pembangunan yang tidak adil. Berbondong-bondong pergi ke barat pulau jawa (Baca : Jakarta) mereka mencari penghidupan. Kemudian, setiap momen lebaran mereka pulang kembali ke kampung halamannya.

jika dianalogikan masuk surga adalah mudik, barangkali inilah gambaran masuk surga yang sebenarnya. sulit, lama, ada yang mencapainya dalam 62 jam, ada yang terlelap di perjalanan, ada yang gagal, ada yang kembali lagi ke tujuan asal. Perjalanan mudik seperti perjalanan memasuki surga itu sendiri, ada yang mendapatkan kemudahan karena berangkat lebih awal, ada yang mendapat kemudahan di tengah-tengah kesempitan, ada yang gagal dan tak pernah mencapai tujuan. Terkadang bekal yang kita persiapkan pun tidak mencukupi untuk mendapingi perjalanan mudik (baca : perjalanan menuju surga). Hikmah dari kasus mudik ini adalah bahwa jateng dan jatim adalah surga, tahun depan di akhir ramadhan orang akan berbondong-bondong lagi menuju jateng dan jatim. Teman-teman tetaplah di surga, tidak perlu pergi ke jakarta!

Tinggalkan komentar