Gerakan Pramuka, Gerakan Pendidikan Karakter

Hari ini, 14 Agustus adalah Hari Gerakan Pramuka indonesia. Sebuah gerakan yang mengadopsi metode kepanduan yang dikembangkan oleh Letnan Jendral Lord Baden Powell of Gillwell, seorang tentara Inggris yang membagikan pengalaman tempurnya di dalam hutan kepada anak-anak, memandu anak-anak agar memiliki kemandirian, mengajak anak-anak berkemah dan menghafal sandi-sandi dan semboyan. Upaya Baden Powell mendapatkan hasil yang positif dengan menyebarnya metode kepanduan ini ke seluruh dunia. Di Indonesia, sebelum berdirinya gerakan pramuka sudah banyak gerakan-gerakan kepanduan yang berafiliasi kepada ideologi-ideologi kebangsaan yang berdiri pada saat itu. seperti Muhammadiyah dengan Hizbul Wathan dan Sarekat Islam punya SIAP (Sarekat Islam Afdeling Pandu) dan organisasi-organisasi kepanduan lainnya. Gerakan Pramuka mengadopsi kepanduan memiliki enam Prinsip dasar metode pendidikan yaitu : Kesukarelaan, Kode kehormatan, satuan terpisah, sistem beregu, sistem tanda kecakapan, kegiatan di alam terbuka. Lain waktu saya akan membahas mengenai masing-masing metode tersebut, namun saat ini saya ingin membahas mengenai peran gerakan pramuka dalam frame pendidikan nasional, mudah-mudahan belum terlambat dengan tahun ajaran yang baru saja mulai.

jika kita lihat prilaku manusia Indonesia sekarang ini jauh dari etika dan adab, apalagi kita selalu mengklaim sebagai bangsa yang berbudi luhur dan religius. Jalanan telah menjadi saksi bahwa pendidikan telah gagal membentuk karakter masyarakat dan bangsa ini. Kendaraan melawan arus, kendaraan masuk koridor busway, motor naik trotoar, pedagang kaki lima jualan di trotoar dan prilaku-prilaku lain yang jauh dari adab dan nilai-nilai universal. Pendidikan juga gagal membentuk kerangka berfikir manusia, sering saya lihat kegiatan massal yang kontradiktif dengan tujuan kegiatan, misalnya : kegiatan menanam sepuluh ribu pohon dalam rangka hari bumi, konsep kegiatannya satu orang satu pohon, sehingga di acara tersebut dihadiri sepuluh ribu orang, maka akan kita saksikan setelah kegiatan selesai akan ada sepuluh ribu pohon ditanam, sepuluh ribu sampah boks makanan dan sepuluh ribu botol air minum dalam kemasan. jumlah masalah yang ditimbulkan lebih banyak daripada manfaat yang dihadirkan, kemudian biasanya pohon tersebut hanya ditanam saja tidak dirawat sehingga setelah lima tahun hanya 30% saja yang bertahan tumbuh. Pendidikan gagal membawa pesan perdamaian, masyarakat mudah sekali marah dan mengadili orang lain, media menjadi kitab suci bagi sebagian besar masyarakat, salah kata media salah pula kata masyarakat. Pendidikan kita telah gagal, bahkan kemarin Denny JA melalui akun Facebooknya mengusulkan untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah, menurut saya ide ini tidak kaffah, tidak total, sekalian saja bubarkan saja sekolahnya, toh harus kita sadari bahwa pendidikan telah gagal membangun karakter bangsa ini. abad 17 hingga awal abad 20 sampai dengan kemerdekaan kita semua mengusir kolonialisme, kita mengusir dominasi korporasi (VOC) kita menentang tanam paksa. kini di abad 21 kita sambut dengan tangan terbuka VOC baru, kita sambut kolonialisme baru. bahkan kita sambut dengan suka cita. Visa dan Mastercard tak ubahnya VOC baru membelenggu dalam bentuk tagihan setiap bulan yang tak berkesudahan. perusahaan-perusahaan yang mengatur hajat hidup orang banyak dikuasai oleh perusahaan asing. Pendidikan gagal membangun kerangka berfikir itu semua. Selama hampir 20 tahun berkecimpung di dalam pelatihan pengembangan SDM saya menyaksikan hampir 90% modul training manajemen diimpor dari barat, seakan-akan manusia Indonesia tidak mampu membangun SDM, kita tidak pede dengan metode-metode yang kita miliki. lagi-lagi, pendidikan gagal membangun kepercayaan diri kita. Salah satu jalan membangun generasi muda yang tangguh tentu melalui pendidikan karakter, dan pramuka sudah membuktikannya. Sebagai anggota Pramuka saya dan semua yang lain tentu pernah mengucapkan janji kehormatan Trisatya dan Dasadarma yang bunyinya sebagai berikut :

Trisatya :
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

  • Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila;
  • Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat;
  • Menepati Dasadarma

Dasadarma :

  • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  • Patriot yang sopan dan ksatria
  • Patuh dan suka bermusyawarah
  • Rela menolong dan tabah
  • Rajin, terampil dan gembira
  • Hemat, cermat dan bersahaja
  • Disiplin, berani dan setia
  • Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  • Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Selamat Ulang tahun Gerakan Pramuka! “Today Scout, Leader tomorrow!”

Tinggalkan komentar