Amnesia masa SMA

Oleh : Kurnia Fajar*

IMG_3068-FullSizeRender

Dalam satu dua bulan terakhir ini, saya mulai bertemu kembali dengan teman-teman SMA. Ada pertemuan langsung maupun komunikasi via group Whatsapp. Sejak sore kemarin hingga siang ini group whatsapp terus berbunyi, saya tak sempat membuka isinya, kelihatannya upaya mengumpulkan teman-teman SMA terus berlanjut dan semakin banyak. Bertemu dan berbicara dengan teman-teman SMA perasaan kembali muda, sejenak lupa beban-beban pekerjaan dan kehidupan yang semakin kompleks. Perasaan yang menyenangkan. Kata orang, Masa SMA merupakan masa yang paling “Berwarna” ada yang mengatakan masa paling indah, sebagian lainnya mengatakan sebagai masa yang buruk, setiap orang melaluinya dengan tidak mudah, dengan kondisi emosi yang labil. Ada yang kecewa, marah dengan dirinya, marah dengan lingkungannya, ada yang merasa rendah diri, ada yang merasa dirinya selalu benar, ada yang merasa paling ganteng atau paling cantik, ada yang merasa hebat, ada yang berantem melulu, ada yang pacaran melulu, ada pula yang sedang mencari jati dirinya, beberapa yang lain sedang asyik mencari Tuhannya. oh ya, Saya adalah lulusan SMA Negeri 14 Bandung tahun 1998. Hari ini saya berbangga hati pernah menjadi bagian dari SMA 14 Bandung.

Barangkali saya adalah antitesis dari pidibaiq (penulis novel Dilan) yang mampu mengingat masa SMAnya khususnya kisah cintanya dengan sangat baik dan detail sehingga mampu dijadikan novel yang katanya best seller. Bagi saya, mengingat masa SMA seperti merangkai puzzle yang pecahannya ada di lisan teman-teman. Kita memasuki usia yang semakin sulit untuk mengingat momen-momen penting di masa lalu.  Kemarin, pada saat pertemuan alumni kelas 3 IPS 4 akhirnya saya mampu mengingat sosok guru “betul tidak” yang suka dikerjain anak-anak, tapi ternyata saya tidak sendirian ada juga teman lain yang mengalami amnesia seperti saya. Barangkali, kami yang mengalami amnesia ini adalah representasi dari “lost generation” yang muncul akibat katanya konspirasi global gaya hidup hippies. Hippies adalah gerakan sosial yang mengemuka di tahun 60an untuk menentang perang vietnam dan perang-perang lain di seluruh dunia. Digemakan pertama kali langsung dari Amerika Serikat. Ciri gerakan ini salah satunya adalah gaya hidup bebas dan menggunakan narkotika. Karena “lost generation” beberapa teman sudah pergi mendahului karena gaya hidup “Hippies” nya. Sebagian lagi karena sakit.Al-faatihaah untuk semua yang telah mendahului

Pada saat berjumpa kemarin, saya pandangi wajah-wajah survive, wajah-wajah yang telah berdarah-darah menghadapi pertempuran kehidupan, wajah-wajah yang mulai berdamai dengan dirinya, ada wisdom di wajah mereka. Wisdom yang membuat pertemuan menjadi semakin gayeng, hangat, saling menghargai dan menghormati meski kesulitan juga mengingat nama. Makanan yang disajikan menjadi tidak menarik bahkan tidak disentuh. wajah-wajah asing namun rendah hati lah yang lebih memikat untuk didengarkan ceritanya. Di sudut, seorang laki-laki terkekeh sembari menghisap kretek. yang perempuan mencoba tetap mendengar meski kedua mata mengawasi anaknya bermain. Sepulang dari pertemuan saya berfikir, waktu merubah semuanya. Kebijaksanaan hadir atas perjuangan dan respon terhadap tantangan hidup. Yakinlah tiap-tiap kita adalah pemenang. saya bersyukur bisa mencapai hari ini, saya bersyukur dari teman-teman SMA saya belajar rendah hati dan berjiwa besar. 

Akhirnya dari waktu saya belajar hal-hal yang harus saya perjuangkan, hal-hal yang harus saya pertahankan, hal-hal yang harus saya ikhlaskan dan hal-hal yang akan tetap saya simpan disini, di lubuk hati saya yang terdalam, hingga kelak akan datang waktunya untuk kembali pulang.

14 September 2016

ditulis di atas kereta Api Bandung menuju Madiun

*)Gerilyawan Selatan

Tinggalkan komentar