Dalam 6 (enam) Bulan terakhir, hampir semua ruang publik terisi dengan pembicaraan mengenai pilpres, begitu keras pemilu hari ini kata cebong dan kampret bertebaran di mana-mana medium udara kita bising oleh pertengkaran ideologi, kanan dan kiri. Menjadi dan memiliki ideologi tengah tidak laku lagi. Ideologi yang mati di era orba kini hidup bahkan diperjuangkan mati-matian oleh para pendukungnya. Begitu pula ruang privat, hampir semuanya bahas pilpres. Beberapa waktu yang lalu di dalam perjalanan di atas pesawat saya menikmati sebuah film. Yaitu film kisah cinta anak SMA antara Rangga dengan Cinta, atau lebih dikenal dengan film Ada Apa dengan Cinta disingkat AADC. Film besutan Riri Riza dan Mira Lesmana ini sangat booming pada masanya. Di atas pesawat saya menikmati film ini dua-duanya, yaitu AADC 1 yang release tahun 2002 dan AADC 2 yang release tahun 2016 kemarin.
Nah! Dalam kaitan pilpres ini, saya ingin membedah film Ada apa dengan cinta (AADC) baik itu AADC yang pertama tahun 2002 dan yang kedua 2016. Kita mulai dengan pertanyaan, nanti tgl 17 april mendatang, Rangga dan Cinta kira2 pilih siapa? Mari kita bahas satu per satu.
Rangga, Rangga ini ayahnya seorang kiri tulen digambarkan melawan Orba dalam salah satu adegan, kemudian rangga ini pendiam (introvert) dan kutu buku yang diwakili dengan adegan membaca dan setting lokasi adegan di perpustakaan. Kemudian, tidak diragukan lagi Rangga adalah seorang yang menyukai sastra hal ini digambarkan dengan buku-buku yang ia baca. Jika Rangga berkuliah di Indonesia saya yakin ia akan sering nongkrong di TIM dan Bengkel teater Rendra. Dengan kepribadian seperti ini saya yakin dalam pemilu 2019 ini Rangga akan Golput. Atas dasar hormat kapada perjuangan bapaknya sangat mustahil Rangga memilih 02 karena ada ex militer orba bercokol disitu. Tetapi, Rangga juga tidak mungkin memilih 01 karena ring militer orba juga bercokol di kubu 01 ditambah kegagalan 01 dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Dengan demikian fix Rangga akan Golput. Sebagai seorang kiri jauh (istilah seorang ustadz sahabat saya) agak mengherankan Rangga menjadi begitu lemah di depan Cinta, pantang menyerah mendapatkan cinta namun lemah dengan pernyataan ayahnya cinta. Begitu pula dengan pemilihan Legislatif, dipastikan rangga tidak mencoblos. Pada hari pemilu Rangga akan nongkrong di kedai kopi miliknya di New York.
Cinta, sedangkan cinta berlawanan dengan Rangga ia adalah anak yang ekspresif, urban, ekstrovert, mudah bergaul dan adalah anak orang kaya dari jaman orba, sehingga mungkin ayahnya cinta cukup dekat dengan birokrasi orba pada saat itu. melihat karakter cinta kemungkinan hari ini cinta adalah seorang feminis, nongkrong di TIM namun kecil kemungkinan nongkrong di bengkel teater. Cinta kelihatannya akan memilih nongkrong di Salihara. Cinta massue dalam golongan kiri dansa-dansi. sebagai kiri dansa-dansi, Cinta kemungkinan akan coblos 01 dalam pemilu besok, alasannya sederhana karena tidak ada politik identitas disana, meskipun kyai Ma’ruf jadi wakilnya namun untuk hal ini cinta tutup mata dulu dan cenderung tidak bisa menjawab pertanyaan ini. untuk legislatif kemungkinan besar cinta akan pilih PSI. kenapa? karena cinta seorang feminis yang pasti menolak poligami. hahaha….
sayangnya di dalam film AADC tidak representasi tokoh yang mewakili ideologi kanan dan kanan jauh, jika saja fahri tokoh dalam film ayat-ayat cinta dihadirkan saya yakin fahri akan memilih 02 dan PKS 🙂
selamat mencoblos dan berpesta demokrasi Indonesia!