Starla, nama yg dipopulerkan oleh Virgoun, yg lagunya sudah diputar dan dilihat lebih dari 283 juta kali di youtube. Kemarin, tgl 16 April Starla kedatangan pak RT membawakan surat. Sebagai millenials, ini adalah pemilu pertama untuk starla, karena 5 tahun yg lalu usia Starla masih 15 Tahun. Starla sangat gembira mendapat surat, meskipun bukan surat cinta melainkan surat panggilan untuk hadir ke TPS. Starla akan menyalurkan hak pilihnya sebagai warga negara. Malamnya Starla bertanya pada ayahnya “Pap, kenapa harus ada pemilu? Demokrasi itu apa?” Di atas meja makan, Starla bertanya. Ayah diam sejenak menyelesaikan makan malamnya dahulu, kemudian menjawab “Pemilu itu bukti konkrit atas kedaulatan rakyat, karena rakyat yang berkuasa memilih pemimpinnya”. Starla mendengar dan mengangguk-angguk. “Demokrasi itu sistem pemerintahan agar kekuasaan tidak absolut di satu titik saja tapi dibagi, yang disebut sebagai pilar demokrasi, pilar demokrasi itu ada tiga, pertama eksekutif atau di Indonesia disebut dengan Presiden. Kemudian Legislatif sebagai pembuat Undang-undang atau di Indonesia disebut dengan DPR, kemudian Yudikatif atau di Indonesia disebut dengan kekuasaan kehakiman” Starla manggut-manggut aja atas penjelasan ayahnya. “Kamu ngerti gak, penjelasan papa?” “Iya… iya, lumayan pap, jawab starla sekenanya”.
Selesai makan malam Starla masuk kamar tidurnya dan mulai googling tentang Demokrasi, Pemilu dan lain-lainnya, khas anak millenials studi literaturnya di google. Dalam perjalanan browsingnya Starla menemukan sesuatu yang menarik bahwa ada 4 (empat) pilar dalam demokrasi yaitu seperti penjelasan ayahnya dan pilar ke empatnya adalah pers, mengapa pers jadi pilar ke empat? Karena ia adalah juga memiliki fungsi kontrol atas kebijakan penguasa. Starla manggut-manggut dan terus membaca sampai tertidur, dengan handphone masih nempel di tangan.
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Starla mandi, berpakaian dan bergegas untuk mendatangi TPS, tiba-tiba pesan WA muncul di gadgetnya mmh… dari pacarnya yg ngingetin untuk memilih partai anak muda kesayangan mereka. Sampai di TPS Starla mulai mengamati kertas-kertas berukuran A1 yang dipajang di dinding berisi nama-nama calon Presiden, DPD, DPR, hingga DPRD. Menunggu sebentar, Starla dipanggil petugas KPPS, dalam sekejap surat suara berada dalam genggamannya, kemudian ia bergumam “selama ini aku dapet surat cinta, hari ini aku dapat surat suara, hahaha…” Selesai mencoblos Starla segera selfie jari ungu miliknya kemudian diposting di platform social media miliknya, sambil menunggu dijemput teman-temannya untuk kongkow menikmati diskon sehabis pemilu.
Pukul 14.30 Starla sudah di rumah, karena suasana libur ia lihat ayahnya sedang asyik nonton TV, kemudian bertanya “Mam kemana pap?” ayahnya tampak serius melihat layar TV kemudian menjawab “ooh… sedang di TPS lihat perhitungan suara” Starla berlalu menuju kamarnya.
adzan ashar berkumandang, tanda hari menuju sore, Starla keluar kamar kembali ia bertanya pada ayahnya “mam belum pulang pap?” “beluuuum” sambar ayahnya, “udah kamu solat aja dulu”.
Pukul 15.30 Starla memutuskan untuk menyusul ibunya ke TPS, suara televisi makin keras terdengar, starla mendekati ayahnya “pap, aku mau susul mam ya ke TPS” ayahnya diam, serius melihat TV “pap..pap..” “eh, iya iya sebentar, ini kita sudah tahu pemenang pilpres loh, kita sudah punya presiden lagi untuk periode 2019-2024” “wah, cepat sekali hasilnya ya pap?” “iya, zaman sudan canggih, hasilnya sudah langsung bisa didapat”. “oke ya pap aku ke TPS lagi”.
Tiba di TPS suasana riuh dan seru, pembacaan hasil hampir selesai, starla memandang sekeliling mencari ibunya, tapi belum kelihatan. Starla lalu bingung, “loh.. Tadi di TV Sudah ada hasil presiden baru, tapi di TPS ku penghitungan suara belum selesai, kenapa bisa begitu ya?” ia membatin mencari jawaban. Buka-buka gadget melihat apa saja yang sedang hangat dibahas di social media. Kemudian ia teringat diskusi dengan ayahnya semalam, Starla mengernyitkan dahi seperti menemukan jawaban, berikutnya Starla sudah ngobrol dengan ibunya.
Ternyata suasana TPS makin sore makin hangat, karena ada penghitungan suara untuk DPD, DPR dan DPRD. menjelang maghrib Starla pulang ke rumah. Waktu makan malam tiba, sambil mengambil nasi Starla langsung bicara kepada ayahnya “pap aku tahu pilar kelima demokrasi?”. “Hah? kemarin papa hanya cerita 3 pilar demokrasi, kok sekarang jadi ada lima? belajar dimana kamu?” ayahnya tampak kaget mendengar penjelasan Starla. “Begini pap, pilar ke empat demokrasi itu pers”. “ya kamu benar” timpal ayahnya “Terus yang ke lima?”. Starla belum menjawab, masih selesaikan mengunyah makanan “nah pilar ke lima demokrasi adalah lembaga survey pap, yang menyelenggarakan quick count” benar kan pap? ayah Starla kaget mendengar jawaban anaknya, kemudian diam, berfikir untuk menyiapkan jawaban yang tepat.