Rembug saran untuk Pemerintahan Prabowo Soebianto

Oleh : Kurnia Fajar*

Sejak 20 Oktober 2024 jam 11 siang, Jenderal (Purn) Prabowo resmi menjadi Presiden ke 8 Republik Indonesia, terlepas dari dinamika politik yang ada, sudah sepatutnya dan sewajarnya kita semua memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk memimpin bangsa ini dalam 5 tahun kedepan. Prabowo sebagai sosok pemimpin yang konsisten berjuang dalam koridor Demokrasi, terbukti 4 kali mengikuti pemilu Presiden. Loyalitasnya kepada bangsa dan negara rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, saya punya kisah semasa beliau menjadi Komandan Batalyon infanteri 328 Kujang Kostrad, betapa seluruh prajuritnya mendapatkan perhatian untuk kesejahteraan hidupnya. Kebetulan paman saya menjadi salah satu prajurit di batalyon tersebut, paman saya bercerita betapa besarnya perhatian Prabowo kepada para prajuritnya.

Saat ini, di kalangan masyarakat bawah, kesulitan, ekonomi tidak bergerak, Industri dilanda kelesuan, akibat tidak terjadinya generator ekonomi maka kelaparan, kemiskinan, pengangguran dan PHK meledak. Paling tidak 50 ribu buruh di PHK di tahun 2024. Untuk bertahan hidup, akhirnya Pinjol menjadi tumpuan masyarakat untuk bertahan. Sampai akhir tahun 2023 tercatat 19 juta masyarakat menjadi peminjam aktif Pinjol dengan total pinjaman mencapai 61 Trilyun rupiah, jika di rata-ratakan sekitar 3,2jt rupiah per orang, angka yang signifikan untuk sekedar bertahan hidup di kota-kota besar, selain pinjol masyarakat juga bergantung untuk bertahan hidup dari judi online, data mencatat sampai dengan 2024 para penjudi online berkisar di angka 3 juta orang dengan perputaran uang mencapai 300 Trilyun rupiah, sebuah angka yang membuat dada serasa sesak. Masyarakat sudah kehilangan harapan! Dan ini adalah realita. Petani, Nelayan sudah semakin tidak mampu produktif, jeratan rentenir, bank emok tidak mampu meningkatkan produktivitas kerja mereka. Hasil dari pertanian dan tangkapan ikan hanya cukup untuk mengisi perut mereka. Demikian juga UKM, pedagang asongan, pedagang kaki lima, semuanya hanya sekedar untuk “survive” saja. Di jawa barat saja tercatat 84% petani dan nelayan tidak bisa mengakses permodalan dari perbankan, program KUT yang digagas pemerintah di tahun 2000-an masih menyisakan lara bagi para Petani dan Nelayan. Mereka masuk dalam sistem BI checking sehingga mereka dinyatakan tidak bankable.

Situasi ini, harus segera dibenahi. Saya mencatat, beberapa Program unggulan pak Prabowo yang semestinya bisa segera dieksekusi, berikut beberapa tambahan saran, masukan mudah-mudahan ada artinya untuk Pemerintahan Presiden Prabowo.

Program penghapusan utang bagi pengusaha, pelaku UMKM, Petani dan Nelayan

Yang penting dari program ini adalah penghapusan atau pemutihan BI checking atau SLIK (Sistem Layanan Informasi keuangan). Sehingga para petani, Nelayan, pelaku UKM bisa berdaya dan mengakses pembiayaan perbankan dengan bunga rendah. Sehingga produktivitasnya meningkat, usaha pertanian, peternakan dan perikanan bisa menjadi usaha yang menjanjikan dengan margin keuntungan yang memadai.

Program pembangunan 3 juta unit rumah

Prabowo juga berencana membangun 3 juta unit rumah dan memisahkan pembiayaannya dari sistem moneter. Ini adalah langkah yang menarik dan strategis. Dengan menggunakan 100% bahan baku lokal, program ini tidak hanya memberikan solusi perumahan tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional. Efek domino dari program ini adalah terciptanya rantai pasokan yang besar, membuka lapangan kerja baru, dan memacu pertumbuhan ekonomi, yang oleh Prabowo ditargetkan mencapai delapan persen. Kuli bangunan, toko bangunan, tambang pasir, batu kerikil, industri semen, UMKM genteng, batu bata semua bisa bergerak dan produktif dari adanya program ini. Bagi saya, ini adalah contoh konkret bagaimana kebijakan ekonomi yang cerdas dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Jika berhasil, program ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan rumah layak, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi negara.

Program swasembada protein

Program swasembada pangan yang ditawarkan Prabowo juga patut diperhatikan, khususnya dalam upaya mencapai swasembada protein dengan rencana mengimpor 1 juta bakalan sapi. Saat ini, Indonesia masih mengimpor 4 juta ton susu sapi per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 900 ribu ton. Jika Prabowo mampu menjalankan program ini dengan baik, maka Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor susu dan, yang lebih penting, menurunkan angka stunting di Indonesia. Namun yang terpenting dari program ini adalah ketersediaan pakan yang melimpah dan murah, sehingga bisa mengerek produktivitas susu. Sebagai langkah kongkrit, sudah saatnya BUMN Perkebunan khususnya komoditi yang sunset seperti Teh di jawa barat mulai merubah komoditinya dari kebun teh menjadi perkebunan pakan. Banyak Hasil penelitan guru besar IPB bisa dijadikan acuan dalam membangun perkebunan pakan ini, setidaknya saya mencatat untuk terjadinya kemandirian pakan ini diperlukan lahan pakan seluas 200.000 hektar untuk bisa secara mandiri memberi pakan untuk 1 juta ekor sapi.

Mencabut subsidi BBM dan mengganti dengan bantuan langsung kepada masyarakat

Terakhir, program Prabowo yang menurut saya penting untuk dicermati adalah rencana pencabutan subsidi BBM, yang akan digantikan dengan bantuan langsung bagi masyarakat miskin. Sampai tahun 2023, pemerintah menggelontorkan Rp 160 triliun untuk subsidi BBM. Sayangnya, subsidi ini sering kali tidak tepat sasaran dan justru lebih banyak dinikmati oleh kelas menengah. Dengan dialihkannya subsidi ini ke dalam bentuk stimulus untuk usaha kecil dan menengah (UKM) atau sektor produktif lainnya, peluang untuk membuka lapangan kerja baru menjadi lebih besar. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan tunai, tetapi juga mengubah masyarakat miskin menjadi lebih produktif.

Memperhatikan Indikator ESG (Environmental social governance) dan SDGs (Sustainable Development Goals)

Indikator-Indikator di atas menjadi penting dalam ikut serta dalam pergaulan dunia dan membangun kepercayaan masyarakat dunia kepada Indonesia. Penegakan Hukum, pelaksanaan HAM, penggunaan Energi Hijau, melaksanakan pembangunan lingkungan (penghutanan kembali lahan-lahan kritis). Sehingga ketika itu terjadi rating negara Indonesia bisa meningkat dan mungkin saja akan masuk dalam rating triple A sebagai negara maju dan terpercaya dalam pembangunan ekonominya. Selamat bekerja Jenderal Prabowo, saya berdoa semoga tulisan ini bisa sampai dan dibaca oleh Bapak dan apa yang menjadi kegelisahan masyarakat bawah, segera bisa wujudkan dan bangsa ini bisa produktif dan kembali bersaing di dunia Internasional.

*)warga negara biasa, cah gombong, putra dari prajurit TNI, cucu Veteran pejuang 45′

Tinggalkan komentar