Oleh : Kurnia Fajar*
Koperasi Tani Tatali Batin, adalah koperasi produksi yang berfokus kepada peningkatan produktivitas para petani, nelayan dan hasil produksinya, saat ini memiliki anggota sekitar 150 orang dan memiliki mitra lebih dari 5000 orang di jawa barat khususnya jabar selatan. Berpusat di Kota Sukabumi, koperasi tatali batin untuk selanjutnya disingkat KOPTABA membina para petani Hortikultura, tanaman pangan, tembakau, pemindang ikan layar, cengkeh, tanaman kayu industri dan tanaman-tanaman untuk kebutuhan Farmasi. Ketua KOPTABA saat ini adalah H. Murtadho Tafriha yang akrab disapa Kang Adho, seorang Pengusaha sekaligus aktivis sosial kemasyarakatan yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Sebagai anak Prajurit Kang Adho sangat memahami betul perjuangan para petani, buruh tani dan para nelayan. KOPTABA sendiri memiliki arti pertalian batin yang kuat, yang diharapkan menjadi pondasi jiwa korsa para petani untuk memperjuangkan nasibnya bersama-sama. Saat ini KOPTABA mengampu lahan lebih dari 2000 Ha yang siap dikerjasamakan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi para pelakunya.
Sesuai dengan Program Internasional dalam mewujudkan dunia yang lebih baik dan lebih sehat sesuai dengan kesepakatan paris club yang diratifikasi menjadi UU No. 16 Tahun 2016 Indonesia telah menjadi bagian dari komitmen global dalam mengatasi perubahan iklim melalui ratifikasi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Dunia kini sepakat untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, biomassa, dan geothermal. Ini bukan sekadar wacana global, tetapi juga peluang besar bagi Indonesia untuk menciptakan masa depan ekonomi yang lebih hijau dan sehat.
Pertamina sebagai perusahaan BUMN kebanggaan Bangsa sudah sewajarnya menjadi yang terdepan dalam mengawal transformasi energi ini, dari energi Fosil menjadi Energi terbarukan khususnya Biomassa. KOPTABA sebagai pengampu potensi lahan yang luas di Jawa Barat tentu siap memberikan layanan terbaik untuk jaminan supply kepada Pertamina baik dalam Produk Wood Chips maupun Wood Pellet sebagai sumber energi baru terbarukan bagi Pertamina.
KOPTABA setidaknya sudah menghitung, memiliki kemampuan untuk menanam pohon produksi wood chips sampai dengan 3 juta batang dengan rata-rata panen tahunan sekitar 600.000 pohon atau setara produksi wood chips 25.000 ton perbulan. Dengan nilai investasi tanam 9 Juta US Dollar dibagi rata ke dalam 5 tahun atau sekitar 1, 8 Juta US Dollar dalam setahun. Selain tersedianya jaminan supply, penanaman pohon ini juga bisa mendapatkan carbon credit yang sudah sesuai dengan Indikator ESG (Environmental, Social, Governance). KOPTABA siap bermitra dengan Pertamina melalui skema kerjasama maupun skema kemitraan dalam program CSR. Jika langkah ini terwujud, posisi Indonesia di panggung global akan meningkat, dan Jawa Barat akan berkembang sebagai pusat energi terbarukan di Indonesia.