Mereka yang patah hati kepada TUHAN

Oleh : Kurnia Fajar*

Semua kebenaran melewati tiga tahap. Pertama, itu diejek. Kedua, hal ini ditentang dengan keras. Ketiga, hal itu diterima sebagai sesuatu yang sudah jelas. Arthur Schopenhauer
(FIlsuf Jerman 1788 -1860)

Lagu only God knows why dari Kid Rock mendayu-dayu di dalam mobil Grab yang saya tumpangi. Ingatan saya terbang ke masa lalu dan memaksa saya membuka Google untuk ikut serta menyanyikannya. Saya katakan pada pak Supir “Pak, boleh diputar ulang, saya ingin bernyanyi. “Oh boleh pak, sedang teringat mantan ya? Sahut bapak Grab sekenanya “engga pak, saya teringat perjalanan saya”. Kemudian sambil mulai bernyanyi saya mulai baca liriknya :
I’ve been sittin’ here tryin’ to find myself
I get behind myself, I need to rewind myself. Lookin’ for the payback, listen for the playback. They say that every man bleeds just like me. And I feel like number one yet I’m last in line
I watch my youngest son and it helps to pass the time
I take too many pills that helps to ease the pain
I made a couple dollar bills, still I feel the same
Everybody knows my name
They say it way out loud
A lot of folks fuck with me
It’s hard to hang out in crowds
I guess that’s the price you pay
To be some big shot like I am
Out stretched hands and one night stands
Still I can’t find love
And when your walls come tumblin’ down
I will always be around, yeah
And when your walls come tumblin’ down
I will always be around
People don’t know ’bout the things I say and do
They don’t understand ’bout the shit that I’ve been through
It’s been so long since I’ve been home
I’ve been gone, I’ve been gone for way too long
Maybe I forgot all the things I miss
Oh, somehow I know there’s more to life than this
I said it too many times and I still stand firm
You get what you put in
And people get what they deserve
Still I ain’t seen mine
No, I ain’t seen mine
I’ve been givin’, just ain’t been gettin’
I’ve been walkin’ that there line
So I think I’ll keep a walkin’
With my head held high
I’ll keep movin’ on
And only God knows why
Only God, only God
Only God knows why
Only God knows why, why, why
Only God knows why
Take me to the river, hey
Won’t you take me to the river, hey, hey, yeah

Pernah gak, kamu merasa patah hati sama TUHAN? Kamu sudah merasa mencintaiNYA namun justru diabaikan, disia-siakan dan ditinggalkan olehNYA. Jangan-jangan itu bukan cinta, jangan-jangan itu adalah perasaan takut kamu yang diciptakan oleh lingkungan tempat kamu berdiri. Alkisah, seorang anak manusia yang “merasa” sudah taat pada Tuhannya, semua perintahNYA dijalankan, menolong orang lain, berbuat baik kepada sesama, berbakti kepada orang tua sampai ritual kewajiban sebagai umat beragama tidak pernah ditinggalkannya. Semua Ustadz menyampaikan, semakin engkau dekat dengan NYA, ia akan lebih dekat kepadamu. Tentu harapan manusia dengan dekat kepada Tuhan hidup akan tenang, menjadi lebih mudah, dan semua yang kita inginkan dipenuhi oleh Nya. Namun matematika kehidupan ternyata tidak seperti itu, ada masa dimana semua yang kamu impikan, kamu cita-citakan tidak ada satupun yang dikabulkan, bahkan kebalikannya. Kemalangan, rasa sakit, penderitaan bahkan ditinggal semua mahluk menjadi kenyataan yang harus kamu hadapi. Lalu kamu akan meratap, kenapa begini Tuhan?

Saya sudah taat dan mengikuti semua perintahMU namun mengapa kemalangan dan penderitaan yang saya dapatkan? Bukankah setiap cinta akan diuji dengan penderitaan? Jangan-jangan selama ini yang kamu sembah bukan Tuhan yang maha Agung tapi ego kamu sendiri. Manusia semacam ini biasanya punya keinginan dan ambisi besar sampai ia mengajak Tuhan ikut serta mengikuti ambisinya. Lalu kita menengok ke kiri dan ke kanan, manusia-manusia munafik, yang tidak segam-segan menghancurkan lawan hidup berbahagia, selamat. Jangan-jangan mereka ini bukan munafik, tapi sedang belajar menjadi Tuhan, sehingga mereka tidak pernah kalah, Sementara kamu yang selalu jadi hamba jadi merasa ditinggalkanNya. Teringat nasehat seorang kawan, “kamu boleh mengejar semua yang kamu mau, tapi ingat kamu bisa kehilangan semua hal yang sudah kamu miliki”. Barangkali itulah nasehat yang paling pantas untuk diberikan kepada diri saya hari ini. Ambisi tidak dapat digapai, kehilangan semua yang pernah dimiliki, diejek, dihinakan, ditentang keras. Jangan-jangan, inilah jalan menuju kebenaran seperti dikutip dalam awal tulisan, quotes dari filsuf Jerman arthur schopenhauer.

Namun itu semua tetap tidak melepaskan rasa kecewa kepadaNya, tapi ini bagus, artinya kamu masih menjadi Hamba bukan menjadi Tuhan. Sesungguhnya setiap kita dalam menjalani episode kehidupan, sejatinya sedang belajar Menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, patah hati kepadaNYA adalah hal yang wajar karena namanya kehidupan, semua harus dijalani. Selalu bersyukur apapun yang terjadi. Tabik!

*)Gerilyawan Selatan

Tinggalkan komentar