Sang Maha Pembuka

Al-Fattah adalah nama Allah yang menunjukkan kekuasaan-Nya dalam membuka apa yang tertutup, memudahkan yang sulit, dan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Ketika kita merasa terjebak, Allah adalah Pembuka sejati. Pernahkah Anda merasa semua pintu tertutup? Jangan khawatir. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Fath ayat 1: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” Ini adalah janji-Nya kepada kita semua. Ketika satu pintu tertutup, Al-Fattah membukakan pintu yang lebih baik. Terkadang kita terpaku pada satu jalan, tapi Allah dalam kebijaksanaan-Nya telah menyiapkan jalur yang lebih indah untuk kita tempuh. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan kita tentang kuasa Al-Fattah. Ketika beliau dilempar ke dalam api, Allah membuka jalan keselamatan dengan menjadikan api itu dingin dan tidak membakar. Mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Sang Maha Pembuka. Al-Fattah juga membukakan pintu ilmu dan pemahaman. “Ya Allah, bukalah hatiku, mudahkanlah urusanku” – doa yang sering dipanjatkan para ulama sebelum menuntut ilmu. Karena pengetahuan sejati datang dari-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi kebuntuan. Namun, percayalah bahwa Al-Fattah selalu memiliki rencana terbaik. Mungkin tidak sesuai keinginan kita, tapi pasti sesuai dengan kebutuhan kita. Ketika mencari pekerjaan terasa sulit, ketika jodoh belum kunjung datang, ketika usaha terasa mandek – ingatlah Al-Fattah. Dia yang membukakan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” (QS. At-Talaq: 2). Ini adalah janji yang pasti dari Sang Maha Pembuka. Al-Fattah mengajarkan kita untuk tidak putus asa. Setiap kesulitan adalah kesempatan untuk lebih dekat kepada-Nya. Setiap hambatan adalah undangan untuk berdoa dengan lebih khusyuk. Cara terbaik untuk mendapatkan pertolongan Al-Fattah adalah dengan membuka hati kita untuk-Nya. Bersihkan dari dengki, iri, dan sifat-sifat buruk yang menghalangi rahmat-Nya. Ingatlah kisah-kisah dalam Al-Quran. Bagaimana Nabi Yusuf AS dibukakan jalan dari penjara menuju istana. Bagaimana Nabi Musa AS dibukakan jalan di tengah lautan. Semua atas kuasa Al-Fattah. Ketika kita menghadapi masalah yang rumit, ucapkan “Ya Fattah” dengan yakin. Bukan sekadar di bibir, tapi dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Kuasa membukakan segala kesulitan. Al-Fattah juga membukakan pintu taubat seluas-luasnya. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi ampunan-Nya, selama kita kembali dengan hati yang tulus dan tekad untuk berubah. Dalam setiap shalat, kita membaca “Ihdinash shirathal mustaqim” – Tunjukilah kami jalan yang lurus. Ini adalah permohonan kepada Al-Fattah untuk membukakan jalan hidayah dan petunjuk. Mari jadikan Al-Fattah sebagai pengingat bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ketika dunia berkata “tidak mungkin,” Al-Fattah berkata “Kun Fayakun” – Jadilah, maka jadilah. Semoga Allah Al-Fattah senantiasa membukakan pintu rahmat, rezeki, dan hidayah untuk kita semua. Jangan pernah lelah bermohon, karena Dia tidak pernah lelah memberi.

Sumber : akun X @dakwatime

Tinggalkan komentar