Bertahan dalam rasa sakit

Oleh : Kurnia Fajar*

Perkebunan Teh (koleksi Pribadi)

Ada kisah menarik dari masa jahiliah tentang seseorang bernama Antarah bin Shaddad. Di masa itu, Antarah dikenal sebagai petarung yang tak terkalahkan. Suatu hari, ada seseorang yang penasaran dan ingin mengetahui rahasia kekuatan Antarah. Orang tersebut mendatangi Antarah dan bertanya, “Apa rahasia kekuatanmu?” Antarah tidak langsung menjawab, melainkan berkata, “Berikan jarimu kepadaku.” Kemudian mereka saling menggigit jari. Antarah menggigit jari orang tersebut, begitu pula sebaliknya. Setelah beberapa saat, orang yang penasaran itu merasa kesakitan dan berteriak, “Cukup! Aku tidak tahan!” Antarah pun melepaskan gigitan, lalu berkata, “Apakah kamu tahu bahwa aku juga merasa sakit seperti kamu? Bedanya, aku bertahan di atas rasa sakit itu.” Kisah ini mengajarkan bahwa kemampuan untuk bertahan di atas rasa sakit adalah bagian dari kesabaran. Orang yang sabar akan meraih kemenangan. Sabar juga identik dengan menunggu, di kala tidak bisa melakukan apa-apa, tidak berdaya sebaiknya memang menunggu. Apakah ada kebaikan dari menunggu?   Seorang ksatria viking pernah berkata “good things will happens to someone who wait”. Hal baik akan datang kepada mereka yang mau menunggu.

Saya coba renungi ternyata inilah kebaikan dari menunggu pertama melatih rasa sabar, kedua menghargai semua hal kecil dan terlihat tidak berharga, ketika meningkatkan kemampuan bersyukur. Dan ternyata menunggu harus diajarkan sejak kecil. Dalam satu studi yang sangat terkenal, yang diterbitkan oleh psikolog Walter Mischel di Stanford pada awal 1970-an, para peneliti menawarkan satu marshmallow kepada anak berusia empat tahun sekarang, atau dua marshmallow jika mereka menunggu sekitar 15 menit. Dalam studi itu, sebagian besar anak mencoba tetapi gagal menunggu hadiah dua marshmallow tersebut. Studi marshmallow menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu menunggu memiliki skor tes yang lebih tinggi dan skor indeks massa tubuh yang lebih sehat beberapa tahun kemudian. Sejatinya semua orang di dunia sedang menunggu. Sepasang kekasih menunggu waktunya menikah, sepasang suami istri menunggu dikaruniai momongan, seorang karyawan menunggu promosi jabatan, seorang narapidana menunggu waktunya bebas, seorang yang sakit menunggu waktunya sehat. Nasabah Bank menunggu kreditnya cair. Intinya semua orang menunggu takdirnya masing-masing.

WS Rendra pernah mementaskan sebuah naskah Teater berjudul Kereta Kencana kisah dua orang tua yang berusia 70 tahun. Mereka terasingkan dan kesepian karena hanya hidup berdua saja untuk menikmati detik-detik akhir kehidupannya. Hidup mereka kosong dan berlalu dengan hal-hal yang sama setiap harinya, namun mereka selalu mempunyai cara untuk mengisi kekosongan hidup. Dikisahkan pasangan suami istri yang hidup berdua saja. Pasangan suami istri ini membicarakan tentang sebuah kereta kencana yang setiap hari terdengar. Pasangan suami istri diceritakan dalam naskah sudah lanjut usia. Seorang wanita tua mencari suaminya dengan membawa lilin dan ternyata kakek Hendry suaminya sedang duduk sendirian di dalam kegelapan. Sang istri meminta suaminya untuk menyalakan lampu dan menutup jendela karena udara di luar dingin dapat menyebabkan masuk angin. Sang istri menanyakan pada suaminya apakah mendengar juga suara kereta kencana yang datang. Dan berpikiran apakah malam ini pasangan suami istri ini akan mati dijemput dengan kereta kencana. Naskah  kereta kencana merupakan naskah karya WS Rendra. Naskah kereta kencana ini diambil dari naskah asli yaitu Les Chaises karya Eugene Ionesco.

Kadang kita memang harus menunggu
hal-hal yang tidak bisa dikejar. Karena kalau kau melampaui batas dan tidak bisa dihentikan, kau akan berhenti dibatasi langkahmu sendiri. Akhirnya sang aktor bicara bahwa kita semua menunggu kereta kencana yaitu kematian. Namun sebelum kematian itu tiba, marilah kita nikmati dan rayakan hidup yang indah ini. Akhirnya, saya teringat seorang kawan yang berkata “Saya sudah berjalan sangat jauh, sudah pulang sangat larut, untuk tahu makna tinggi langit. Untuk tahu bagaimana rasanya digedor rasa bersalah”. If it doesn’t kill you it will make you strong!

*)warga negara biasa, pemerhati ikan di dalam kolam

Tinggalkan komentar