Catatan ekonomi 2025 berdasarkan pendekatan Energi Spritual alias Klenik

Besok adalah Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek memiliki arti penting sebagai penanda mulainya suatu fase kehidupan baru, masa tanam yang baru. Tahun 2025 disebut dengan tahun Ular kayu. Ular adalah hewan bertipe pasif namun agresif artinya ia akan berdiam diri dalam wilayahnya namun jika ada musuh masuk ke dalam teritori-nya maka ia akan menyerang. Bila dilihat sisi ular yg lain. Mereka adalah makhluk yang berganti kulit. Artinya transformasi. Tahun 2025 harus jadi tahun transformasi. Perusahaan jika menginginkan pembaruan sistem maka inilah saatnya. Kemudian elemen kayu? Seriusnya ini minta kita komitmen pada ekonomi hijau. Hutan jangan ditebang lagi. Sisi lainnya. Sekeras kayu adalah tujuan sebagian kaum laki-laki  “suluk kelambu”. Erection as hard as wood. Erection di sini bukan soal penis aja. Tapi tentang mendirikan sesuatu. Tahun 2025 ini saatnya. Membangun bisnis, membangun keluarga, membangun sesuatu yang baru. Dalam hal ini tahun 2025 posisi matahari menjadi penting. Dan infonya, matahari berada di titik terpanasnya dalam siklus 11 tahunan. Gerhana total tidak ada di tahun ini. Artinya energi matahari sangat besar. Tak ada gerhana total juga. Sekarang tinggal memanfaatkan ini. Bagaimana meng-konversi energi jadi sesuatu yang berarti. Dalam hal ini berproduksi. Pun posisi matahari di bimasakti agak aman. Ledakan bintang agak jauh. Beda dengan tahun 2021 lalu.

Intinya negara harus mengendorse masyarakatnya untuk berproduksi. Dikasih Energi dan Negara Harus banyak belanja modal. Domestic investment dan Foreign Direct Investment harus digenjot. Warga hrs berproduksi kembali. Jangan 1000T abis buat judi online. Kayu ini bisa dihubungkan td dengan energi matahari yang maksimum di 2025. Intinya kita harus serius berproduksi, membangun macam-macam secara serius. Tapi ya tetap ekonomi hijau. Lanjut. Dunia swasta lebih menantang. Tahun 2024 adalah tahun yg berat buat perusahaan manufaktur. Baik FMCG dan Non FMCG. Yg bisa tersenyum cuma komoditas ekstraktif alias jualan warisan nenek moyang. Ini bahaya sebenarnya. Efek spiral obat nyamuk.  Produsen ngorbanin margin. Distributor ditekan biar HET rendah. Lama-lama  manufaktur kita bisa collapse. Demikian analisa ngawur dari saya. Selamat merayakan Imlek untuk kawan-kawan yang merayakan

Tinggalkan komentar