
Di sudut Baitul Maqdis, seorang lelaki tua bersimpuh. Wajahnya keriput, tangannya gemetar, tapi imannya teguh. Nabi Zakariya, seorang nabi yang setia, merasakan beratnya usia dan sunyinya rumah tanpa anak.
Setiap malam, ia berdoa:
“Ya Rabb, tulangku telah lemah, kepalaku dipenuhi uban. Tapi, aku tak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.” (QS. Maryam: 4-5)
Bayangkan: Seorang yang setia mengabdi, merasa rapuh, tapi tak menyerah. Doa adalah senjatanya.
Nabi Zakariya bukan orang biasa. Ia pemimpin spiritual, penjaga Baitul Maqdis. Tapi, ia tetap manusia. Ia merasakan sakitnya melihat kerabatnya yang mungkin tak melanjutkan perjuangannya. Istri yang dicintainya pun mandul.
Tapi, ia tak menyerah. Ia tahu, Allah tidak pernah tidur. Setiap doa, setiap air mata, tak akan sia-sia. Ia terus berdoa, meski jawaban seolah tak kunjung datang.
Dan akhirnya, Allah menjawab. Malaikat Jibril datang membawa kabar gembira:
“Wahai Zakariya, Kami beri kabar baik dengan seorang anak laki-laki, namanya Yahya. Kami belum pernah memberi nama seperti itu sebelumnya.” (QS. Maryam: 7)
Bayangkan: Lelaki tua renta, istri mandul, tapi Allah berikan mukjizat. Ini bukti, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ini bukan sekadar kisah mukjizat. Ini kisah tentang keteguhan hati. Nabi Zakariya tak hanya meminta anak, tapi keturunan yang melanjutkan perjuangan menegakkan kebenaran. Ia tak egois. Ia memikirkan generasi setelahnya.
Di sini, kita belajar: Doa bukan hanya meminta, tapi percaya. Percaya bahwa Allah punya waktu terbaik, cara terindah, dan jawaban paling tepat.
Mungkin saat ini, kita seperti Nabi Zakariya: lelah, menunggu terlalu lama, atau hampir putus asa. Tapi, ingatlah: Allah tidak pernah tidur. Setiap doa, setiap air mata, tak akan sia-sia.
Mari pegang erat iman kita, seperti Nabi Zakariya. Karena di balik setiap kesulitan, ada mukjizat yang menanti.
Allah berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ini janji Allah. Ia dekat. Ia mendengar. Ia menjawab.
Apakah ada doa yang masih menggantung di hatimu? Jangan berhenti berharap. Seperti Nabi Zakariya, kita pun punya Allah yang Maha Mendengar.
“Ya Allah, ajarkan kami untuk tak pernah berhenti berdoa. Berikan kami kekuatan untuk sabar, dan iman untuk percaya bahwa setiap doa kami akan Kau jawab dengan cara-Mu yang terbaik. Amin.”