Jalan pedang Band Sukatani

Oleh : Kurnia Fajar

Tiga hari ini sedang terjadi peristiwa yang heboh dan absurd. Pembungkaman terhadap kebebasan bersuara dan berekspresi. Semuanya dimulai dari sebuah band punk nan anarko. Sukatani merupakan band asal Purbalingga, Jawa Tengah, dengan Twister Angel sebagai vokalis dan Eletroguy sebagai gitaris sekaligus produser. Sukatani mulai menggebrak sejak awal Oktober 2022, dengan debut album Gelap Gempita, dirilis pada 24 Juli 2023. Mereka identik dengan gaya nyentrik di atas panggung: balaclava khas serta aksi berbagi sayur yang jadi signature. Karena selalu memakai balaclava atau topeng para penggemar tidak pernah tahu wajah dan nama asli dari kedua personel tersebut sampai akhirnya kemarin mereka tampil membuat video permintaan maaf karena lagunya dianggap menghina suatu institusi. Sang Gitaris bernama Syifa atau cipoy dan Vokalis perempuan bernama Novi Citra. Sebelum lebih lanjut, baiknya kita pahami apa itu music Punk. Musik punk bermula dari pemberontakan terhadap musik yang sudah mapan pada tahun 1960-an. Punk menjadi sebuah terobosan dalam hal kebebasan berbicara bagi kaum muda kelas bawah. Bicara punk adalah bicara perlawanan dan kebebasan atas kemapanan. Atas ketidakadilan. Secara nama, sukatani adalah dukungan dan keberpihakan kepada para petani. Ia adalah refleksi carut-marut dari kebijakan dalam dunia pertanian. Itulah sebabnya setiap manggung Sukatani melakukan aksi bagi-bagi sayuran. Cerdas!

Kemudian Anarko sendiri adalah sebuah kata awalan yang mengacu kepada “anarki” atau “anarkisme”. Anarkisme sendiri yaitu suatu paham, ideologi, ataupun filosofi yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan ketidak kebebasan terhadap kehidupan, oleh karena itu yang Haq harus di lakukan, dan yang bathil beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan. Pluralitas pandangan serta taktik politik yang berbeda-beda yang dipercaya oleh para anarkis dalam memaknai dan menjalankan anarkisme menciptakan beragam cabang paham yang berbeda meski tetap berada dalam benang merah yang sama. Kata Anarko- biasa dipergunakan untuk membedakan antara satu paham dengan paham yang lainnya yang ada dilingkungan para anarkis. Beberapa penggunaan awalan anarko- yang merujuk pada paham dalam anarkisme antara lain: Anarko-Sosialisme yaitu Sebuah formasi dari Sosialisme libertarian dengan secara absolut menolak keberadaan negara maupun aturan, bentuk ini biasanya termasuk dalam segala bentuk anarkisme. Kemudian Anarko-Sosialisme yaitu Sebuah formasi dari Sosialisme libertarian dengan secara absolut menolak keberadaan negara maupun aturan, bentuk ini biasanya termasuk dalam segala bentuk anarkisme.

Sukatani punya semua yang dibutuhkan untuk menjadi simbol perlawanan. Mereka valid. Bahkan sang vokalis adalah seorang guru honorer. Menutup wajah untuk melakukan kritik sosial menggunakan lagu-lagu punk. Kemudian dibreidel dan di persekusi oleh institusi negara yang dikritknya. Sukatani lebih sempurna sebagai simbol superhero daripada Batman atau Spiderman. Sukatani ibarat naga yang tertidur pulas. Kemudian dibangunkan. Perlawanan yang asalnya hanya ada dalam pikiran kini hidup bertransformasi di dunia faktual. Kini Sukatani terbang di semua pikiran rakyat Indonesia membangunkan orang-orang. Sukatani hadir dalam ruang dan waktu yang tepat. Oase bagi sebagian yang sudah lelah dengan ketidakadilan. Sukatani punya faktor- faktor yang memungkinkan peristiwa ini terjadi, dari mulai materi lagu, identitas personel, situasi dan kondisi sosial, respon dari pihak-pihak  yang terlibat, momentum, urutan peristiwa, konteks-konteks sosial, dan lainnya. It is Perfect! Institusi yang dikritik dan mempersekusi gagal memperhitungkan ini dan malah menggenapkan Sukatani jadi fenomena. Bahkan dari kacamata tasawuf, lagu Sukatani ini sangatlah sufistik. Sangat islami. Di saat ada ulama memfatwakan sogokan hasanah atau suap yang baik. Mereka menyampaikan kebenaran meski pahit. Pesan lagunya sejalan dengan hadits nabi untuk mengubah kemungkaran walaupun dengan lisan. Sukatani saya yakini sudah berada di jalan yang benar.

Secara amal saleh, anarko-anarko ini saya rasa lebih saleh dibanding ulama dan ustadz yang banyak cerita akhirat tapi diam, bungkam bahkan menormalisasi kemungkaran. Tidak lagi radikal dan mencari perubahan. Menumbuhkan rasa keadilan.  Teologi Islam saat ini saya rasa menempuh jalan kompromi dengan ketidakadilan, penindasan dan ketimpangan. Ini perlu dikritik dan dicarikan tafsir yg lebih progresif, melampaui teologi ongkang-ongkang kaki mikirin cari selamat sendiri di akhirat. Mohon maaf kalo diksi saya sedikit kasar disini. Al Qur’an sudah mengingatkan : Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil” (QS. Al-Maidah ayat 8). Ada yang menarik bagi saya. Band sukatani berasal dari Purbalingga yang merupakan bagian dari karesidenan Banyumasan. Ini adalah pertanda zaman. Sama seperti Sudirman dan cah-cah Banyumasan memenangkan pertempuran Ambarawa. Lagi-lagi perlawanan itu muncul dari Banyumasan. Band Sukatani telah menempuh jalan pedangnya sendiri. Namun akhirnya ia tidak sendiri. Tagar #kamibersamasukatani bergema di sosial media menemani tagar #indonesiagelap. Bersiaplah kawan, perubahan zaman sudah di depan mata. Tabik! Tabik Gelap yang dulu hinggap

*) Gerilyawan selatan, pengamat ikan di dalam kolam

Tinggalkan komentar