Negeri para perompak
Oleh : Kurnia Fajar
Di negeri yang perutnya buncit
Banyak para pencuri
Di Negeri yang rambutnya tebal
Banyak perompak
Di negeri yang giginya tonggos
Banyak pencoleng
Buncit perutnya karena Tuhan penuhi dengan mineral dan minyak
Rambutnya tebal, mulai botak, kayu-kayunya ditebang sesuka hati
Giginya tonggos karena Gas dan panas memenuhi mulutnya
Tapi
Rakyatnya lapar, perutnya buncit terisi cacing pita yang menunggu ajal Tuannya
Rakyatnya kehilangan daya, kehilangan harapan persis anak ayam yang dicabuti bulu-bulu-nya.
Rakyatnya sakit, bergelimpangan karena tak mampu meminjam ambulan bergambar tokoh politik elok rupawan
Ambulan-ambulan itu harus dikasih uang bensin katanya
Di rumah sakit dengan tangan bergetar menahan sakit masih ditanyakan adminisitrasi
“Ada Fotokopi KTP pak?”. Jika tak ada silakan Fotokopi dulu, bajingan macam apa yang menyuruh orang sakaratul maut memfoto kopi KTP nya?
Di tempat fotokopi, tertulis pengumuman besar “Bayar kontan”.
Asuuuu kabeh, orang miskin dilarang sakit.
Akhirnya….
Rakyatnya menggali kuburan sendiri, membangun tenda di sampingnya.
Jika ajalnya tiba, ia akan jatuh sendiri ke dalam lubang yang ia cangkul sendiri. Kemudian datang kucing, berak di lubang itu, kemudian ditutupi dengan tanah.
Bertahun-tahun lamanya akhirnya kuburnya rata dengan permukaan tanah
Tanpa nisan dan tanpa monumen peringatan
Inilah kisah rakyat yang hidup di negeri yang perutnya buncit.
Di negeri ini banyak pembunuh, namun mereka berkeliaran di jalan-jalan protokol.
Di negeri ini banyak koruptor, namun mereka bebas makan siang dan mengatur pertemuan di restoran jepang hotel berbintang enam
Di negeri ini banyak bandar judi, namun mereka mengatur negeri dan mutasi para bandit-bandit berseragam coklat tua dan coklat muda
Di negeri ini banyak bandar narkoba yang asyik terus menikmati hiburan malam tanpa jeda hingga moksa
Di negeri ini banyak penjahat kelamin yang setiap saat memasukkan alat kelaminnya sesuka hati
Di negeri ini banyak penipu yang bersantai di pinggir pantai ditemani gadis-gadis bohai
Di penjara, ada yang terpaksa mengakui pembunuhan
Di penjara ada koruptor yang tidak bisa menyekolahkan anaknya
Di penjara ada bandar judi yang melinting rokok dari sisa puntung rokok sipir
Di penjara ada pencuri yang menjemur sisa nasi cadong untuk dijadikan cemilan saat perutnya kosong
Di penjara ada penipu bodoh yang tertipu
Di penjara ada bandar narkoba yang tidak mampu membeli obat bisulnya
Orang-orang tak berdaya dipenjara. Orang orang berdaya membeli hakim agar tidak masuk penjara.
Ooh alangkah sialnya aku, hidup di negeri edaaan wolak waliking Jaman. Wahai merapi, krakatau, rinjani dan tambora kapan engkau akan meletus? Hancurkan semua angkara murka yang pongah menantang dunia
Kami orang-orang kalah dari kumpulan yang terbuang. Kami tidak ingin dunia lagi, kami hanya mau keadilan.
Tuhan… mengapa engkau meninggalkan kami? Mmmh… Tuhan menjawab, bukankah di hatimu Tuhan sudah mati?
Bandung
20 Nov 2024