Puisi Rindu

Hari ini aku rindu.
Maukah kau menulis untukku?
Tulislah sebuah kisah, seorang lelaki yang mencintai perempuan.
Tulislah sebuah kisah, seorang lelaki yang merobek hati perempuan
Lalu…., Perempuan itu marah, dendam.
Lalu…., Lelaki itu pun kesepian, menyesal akan perbuatannya.

Hari ini aku rindu.
Maukah kau menulis untukku?
Kisah lelaki, yang ditemani 180 purnama dalam penderitaan rindu.
Kisah lelaki, yang ditemani 180 purnama ditemani mimpi perempuan pujaannya.
Mengapa ia begitu rindu? Mengapa pula ia sakiti hati perempuannya?
Lelaki ini mencintai perempuan itu tepat pada saat ia robek hatinya.
Perempuan itu tak pernah tahu penderitaannya. Perempuan itu hilang ditelan waktu
Mengasingkan diri, menurunkan amarahnya, menurunkan dendamnya.

Hari ini aku rindu.
Maukah kau menulis untukku?
Kau kupilih, karena cita-citamu menjadi penulis sudah berhasil
Kau kupilih, karena memahami diksi dan pilihan kata yang tepat.
Tulislah sebuah kisah, tentang rindu seorang lelaki
Tulislah sebuah kisah, tentang dendam seorang perempuan
Perempuan yang pergi dalam gerimis, dengan luka menggenang di seluruh jiwanya
Lelaki itu berkata “kau akan kembali, saat rapuh dan terjatuh”

Hari ini aku rindu.
Maukah kau menulis untukku?
Karena dendam sang perempuan
Karena rindu sang lelaki
Harus dituntaskan.

Hari ini aku rindu.
Maukah kau menulis untukku?
Mengapa engkau yang terpilih?
Karena aku Mencintaimu.
Ya, aku selalu mencintaimu meski 180 purnama telah berlalu

Puisi Rindu,
Kurfa, 22 mei 2014

Tinggalkan komentar