Oleh : Kurnia Fajar*

Nizar Qabbani seorang diplomat dan pembaca puisi asal suriah menulis “Kehidupan mengajarimu cinta, pengalaman mengajarimu siapa yang kamu cintai, dan situasi mengajarimu siapa yang mencintaimu”. Tenanglah,
semua urusanmu ada di tangan Allah, dan Allah adalah paling pengasih dan paling penyayang padamu. Allah tidak mungkin membebanimu dengan memberi ujian di luar batas kemampuanmu. Tugasmu hanya menjadi hamba terbaik di hadapanNya. Sabar, semua akan berlalu! Seberat apapun ujian yang kita hadapi saat ini, suatu saat ujian itu akan berlalu.
disuatu hari nanti, hari hari berat ini akan menjadi sejarah dan bukti seberapa konsisten kita. Hari” ini hanyalah hari” pendek tempat mengumpulkan bekal akhirat. Oleh karenanya tetaplah bersemangat menjalani, memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan senantiasa berprasangka baik kepada Nya.hasbunallah wani’ mal wakil ni’mal maula wani’ man nasir. “Bila Allah berkata, ‘ujian ini untuk kau’, yakinlah ada sesuatu yang besar Allah ingin beri. Bila kau ridha, Allah angkat derajat.
Tak sia-sia air mata yang jatuh dalam doa. Sedih itu lumrah. Menangislah… tapi jangan lupa, Allah yang paling faham rasa itu. Mengadulah. Ceritakan semua, sebab Dia tak pernah letih mendengar. Dunia ini tidak ada apa-apa. Cuma persinggahan yang sekejap. Jadi kalau hari ini kita sedih dekat dunia… tak apa. Asalkan nanti, kita tak sedih di akhirat.”
Untuk keluar dari kesulitan, kita dapat berkhidmat kepada petunjuk-petunjuk di dalam Al-qur’an. Sehingga tahapan-tahapannya menjadi jelas. Hikmah dalam Al-qur’an : pertama Iman, apa itu definisi Iman “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Tuhan mereka akan memberi petunjuk kepada mereka dengan keimanan mereka…” (QS. 10:9). Dan orang yang beriman pasti diberikan ujian seperti yang disampaikan Al-qur’an “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214) kemudian perhatikan juga surah At-thalaq ayat 2-3 yang artinya sebagai berikut “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”.
Sehingga metodologi Al-qur’an untuk keluar dari kesulitan : pertama taqwa. Apa definisi taqwa : Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, :(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133-134) Kedua, Tawaqqal. Ternyata benar. Saat kamu benar-benar bertawakkal, Allah akan hadirkan ketenangan.. bukan sekadar hasil yang kamu harapkan. Kamu sudah melakukan hal yang benar. Maka, apa yang perlu dikhawatirkan?
Ketenangan hati, kelapangan dada, dan kemampuan untuk menerima kebaikan—terutama hidayah—adalah anugerah dari Allah. Dan ketika kamu merasa tenang, ringan, dan yakin meski sedang diuji, itu bisa jadi tanda bahwa Allah sedang melapangkan hatimu. Janji Allah : pertama
“Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.”Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 70)
Ketiga ad-dhuha ayat 3-5 dan Al-Insyirah 3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu. 4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan. 5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. Ad-Dhuha itu adalah jaminan bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan. Kemudian dalam Al-Insyirah Allah juga berjanji bahwa setelah atau bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Kalimat itu diulangi dua kali. Seolah Allah ingin katakan wahai hambaku jangan takut. Aku selalu bersamamu. Jika patokan ini diingat dan digunakan dalam memahami hikmah kehidupan. Maka sesungguhnya kesulitan itu akan menjadi sebuah fenomena yang sama seperti kebahagiaan. Ia adalah bagian tak terpisahkan dan harus dilalui. Karena sejatinya kesulitan adalah medan latihan untuk melatih sabar, melatih tunduk, melatih percaya, dan melatih ikhlas. Wallahualam bissawab.
*)Gerilyawan Selatan