PATH of HARMONY
ANGKLUNG INSPIRING SESSION
Oleh : Djoko Nugroho
Kata-kata cukup bagus,
Tetapi musik lebih memiliki kekuatan
Ia tidak berbicara kepada pikiran kita seperti kata-kata
Ia berbicara langsung kepada hati dan semangat
Kepada inti dan dasar jiwa kita
(Charles Kingsley)
Angklung sebagai media pelatihan dan pengembangan SDM sering diberi judul Path Of Harmony, yaitu jalan/pematang menuju keselarasan. Disajikan dalam Inspiring Session.
Pelatihan menggunakan suasana musikal dan idiom-idiom musik dengan 3 muatan utama yaitu :
– Perubahan (Change or tobe changed ! Innovation)
– Kerjasama (Sinergy, Team Work/Team Building : Be A Winning Team in Harmony)
– Kepemimpinan (Leadership- Effective Leadership).
Dalam setiap nada ada harapan
Dalam setiap kalimat musik ada kesehatan
Dalam setiap lagu ada kegembiraan
Musik memberikan solusi untuk setiap orang ….
(Cathy Kunkel)
KECERDASAN MUSIKAL DASAR
Setiap orang tanpa kecuali memiliki Kecerdasan Musikal. Istilah Kecerdasan Musikal Dasar (KMD) saya gunakan untuk menunjukkan (dan meyakinkan) bahwa setiap orang memiliki kemampuan musikal terlepas dari ‘keterampilan musikal’. KMD tidak secara langsung berhubungan dengan keberbakatan dan kemahiran memainkan musik (vokal atau instrumen), artinya Kecerdasan Musikal Dasar tidak diukur dari kemampuan dalam menyanyi atau kemahiran memainkan alat musik. Orang yang berbakat musik dan mampu berolah vokal atau terampil memainkan musik memang akan lebih mudah memahami makna KMD, tetapi semua orang dalam kadar yang paling rendah sekali pun sebenarnya memiliki potensi musikal. Pelatihan ini mengangkat KMD yang dimiliki setiap peserta dalam menumbuhkan motivasi dan achievement/pencapaian yang lebih tinggi lagi.
METODA PELATIHAN
Pada dasarnya metoda yang digunakan berbasis pada pendekatan pendidikan musik yang sangat populer digunakan, yaitu Carl Orff dan Kodaly.
Orff menekankan ritme-ritme alamiah dengan menggunakan alat-alat musik ritmik dan melodi yang bertahap sistematis (Orff Instrument). Sedangkan Kodaly ‘membahasakan’ musik dengan visualisasi dan verbalisasi misalnya menggunakan isyarat tangan/tubuh dan pengucapan bunyi.
Dalam konsep pelatihan inspiring ini, aktivitas bermain musik sekali lagi ditekankan bukan pada keterampilan musikal namun pada proses musikalnya. Musik dipandang sebagai alat bukan tujuan. Dengan proses musikal (menyanyi, membaca not, memainkan alat musik), peserta mendapatkan insight (penggambaran kesadaran yang muncul dari diri sendiri) dengan penekanan terhadap proyeksi perasaan melalui pengalaman musik.
Dengan aktivitas sederhana, respon afeksi terhadap musik menjadi sumber usaha untuk membangkitkan, mengekspresikan, dan memahami perasaan dirinya. Menimbulkan emosi melalui musik berarti mengarah pada kesadaran diri secara penuh yang pada gilirannya akan memacu persepsi puncak seseorang.
Proses insight diharapkan berlangsung tidak hanya pada saat pelatihan namun juga terus bertumbuh seiring pengalaman yang dirasakan peserta di tempat dan waktu selanjutnya.
Aktivitas yang cenderung ‘bermain’ meniadakan kesan menceramahi apalagi menggurui. Pelatihan ini menjadi terasa sebuah ‘hiburan’ atau malah dianggap ‘pertunjukan’. Kesan ini tidak mengurangi bobot pelatihan, justeru nilai lebih karena peserta ‘nyaman’ sementara pesan-pesan dan muatan materi tetap tersampaikan dengan efektif.
bermain…
tidak main-main ….
hasilnya bukan main
Angklung Inspiring Session lebih menekankan aspek ‘inspiratif’ daripada membahas aspek-aspek teknis. Menghindari wlayah teknis semata-mata agar tidak ada benturan prinsip yang telah diberikan oleh management, sedangkan memberikan motivasi dan inpirasi menjadi sangat berharga karena akan menumbuhkan gagasan baru serta ‘darah segar’ yang akan menguatkan dan mengembangkan kebijakan baik yang telah dan akan ditanamkan.
Angklung for Motivational Training (disajikan oleh Djoko Nugroho, seorang ‘Inspiring Trainer’) telah dirintis sejak tahun 1981. Mulanya untuk para siswa SMA 3 Bandung dalam bentuk Latihan Kepemimpinan dan di ITB sebagai unit kegiatan mahasiswa. Kemudian diterapkan dalam berbagai organisasi pemuda dan kemahasiswaan lainnya.
Tahun 1997 dikembangkan bagi perusahaan dan instansi pemerintah baik untuk level pimpinan/direksi maupun level di bawahnya sampai ke front-liner, security, driver, cleaning service,etc. Disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga dapat diterima oleh semua lapisan.
Dalam bentuk ‘hiburan’ disajikan dalam acara family gathering dengan peserta seluruh direksi/karyawan beserta keluarga sehingga tidak saja menghibur tetapi juga ada pesan-pesan yang dapat disampaikan tanpa ada kesan menggurui.
Untuk menggunakan jasa pak Djoko Nugroho ini bisa menghubungi Artventure Indonesia
Jl. Cigadung raya barat No. 19 bandung tlp/fax 022-82522637
Hotline : Budi Andriana 085222227900