Oleh : Kurnia Fajar*

AYNAL MUSLIMUN
“Dimanakah Anda wahai Kaum Muslimin Ketika saudaranya memanggil”
“Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)
Disaat semua muslim dunia berhari raya, saudara-saudara kita di Gaza & Rafah bersusah payah mempertahankan hidupnya. Gencatan senjata ? Ah…kalian seperti tidak tau saja sifat zionis seperti apa ?! Saya hanya khawatir pertanyaan di akhirat nanti, apa yg telah kita lakukan untuk saudara kita disana? Karena itu saudaraku, tetap kirimkanlah doa-doa terbaik, bantuan seikhlasnya, boikot semampunya, tetap share dan suarakan kebiadaban zionis di semua media sosial kita. Semoga hal kecil ini mampu meringankan hisab kita di yaumil akhir nanti. Yaa Rasulullah, pernyataanmu 14 abad yang lalu sudah terbukti. Hari ini, jumlah kami sangat amat banyak, namun seperti buih di lautan. Belum juga bisa menghentikan kezoliman yang ditujukan kepada saudara kami. Kami hanya bisa menyaksikan dan mengirimkan doa. Bahkan, banyak dari kami yang masih belum terbuka mata hatinya. Yaa Allah, maafkan kami. Jika melihat Palestina, Gaza, Raffah, Tepi barat. Saya selalu merasa tidak pantas bahagia dan apapun kesulitan saya itu tidak ada apanya dibanding penderitaan mereka. Mayat, potongan tubuh, bayi tanpa kepala, anak anak tanpa tubuh yg utuh, yaa Rabb ampuni kami yang tidak bisa melakukan apapun untuk membantu mereka merdeka.
Penderitaan tersakit adalah melihat mereka di bantai dan kita tidak mampu berbuat apa-apa. Sakit sekali. Ingin marah tapi sama siapa. Hidup rasanya gak ada arti. Ada jurnalis dibakar hidup-hidup, paramedis yang dieksekusi mati dan mayat anak-anak yang berterbangan ke udara. Semua sudut Palestina — Dalam situasi krisis yang terus memburuk sejak genosida yang dilakukan oleh penjajah Israel pada 7 Oktober 2023, keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara menjadi sangat krusial dalam memberikan pelayanan kesehatan. Israel nembus batas garis merah hukum International dan tidak ada sanksi apapun karna didukung penuh sama Amerika serikat. Pada titik ini saya tidak peduli lagi. Saya hanya ingin kemanusiaan yang adil dan beradab. Dulu, ustadz-ustadz di kampung sering cerita kalo Yahudi di akhir zaman di bunuh dan kalau dia sembunyi batu pun berbicara menunjukan tempat sembunyinya. Dulu berfikir dosa apa yang mereka perbuat sampai mereka di perlakukan seperti itu.
Sekarang saya mengerti, mereka adalah makluk paling sadis. Israel dan Amerika sudah sampai ditaraf sesuatu yang negara lain tidakdapat lakukan, yaitu menentukan siapa yang boleh hidup dan tidak boleh hidup di dunia ini.
Disadari atau tidak dunia sedang bergerak menuju perubahan. Seluruh masyarakat dunia apapun agama dan keyakinan-nya memprotes, mengutuk dan memaki Israel. Semua orang menunjukkan simpatinya kepada Palestina namun semua itu tidak mampu menghentikan kebiadaban Israel. Masyarakat dunia tidak mampu mencegah apalagi membalas. Kita semua stress dengan bertahan hidup sendiri. Ekonomi yang semrawut, kekacauan politik dimana-dimana. Aib-aib pemimpin dipertontonkan dengan mudah. Dekadensi moral di seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran pun hilang. Peristiwa genosida di palestina seperti BAU alias Bisnis as usual. Kita masih khawatir dengan kurs dolar yang membumbung tinggi. IHSG yang melorot tajam bahkan kita bertengkar karena kue lebaran. Please yaa Rabb bangunkan kesadaran di semua umat. Bahwa kemanusiaan itu di atas segalanya. Bukankah Rasullullah sudah ingatkan itu semua melalui Haditsnya “Kehancuran dunia dan isinya lebih ringan di sisi Allah daripada membunuh seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan”. Apa alasan bayi, anak-anak dan perempuan itu dibunuh? Tidak ada! Mereka dibunuh karena mereka Palestina!
Terakhir, saya mendengar ulama-ulana dunia mulai menyerukan fatwa jihad. Coba bayangkan andaikan Rakyat Gaza berdoa “Ya Rasulullah, Jangan beri Syafaat Orang-orang yang mengaku pengikutmu tapi mereka diam saja terhadap kebiadaban dan kedzaliman yang kami derita”. Tamatlah riwayat mereka yang diam dan tak bersuara terhadap Palestina. Di hari akhir nanti, kita tetap akan dipertanyakan soal ini. kita akan tetap mem-pertanggungjawab- kan apa yang terjadi terhadap saudara-saudara seiman kita disana. Ya Allah semoga kontribusi kami sekecil apapun untuk warga Palestina tetap terhitung dan mempermudah hisab kami. Intinya, terus berisik soal Palestina di media sosial, atau menulis. Hal itu punya efek signifikan untuk memberikan tekanan kepada Zionis. Sekarang Zionis sudah tertekan di bidang ekonomi dan politik. Ingat, tidak ada yang sia-sia dalam perjuangan Palestina. Penuhi sosial media dengan Kebiadaban israHell agar Dunia Terbangun, karena Diamnya orang Baik adalah Kejahatan. Suaramu berarti. kalau kamu tidak bisa hadir di Gaza, maka jadilah suara Gaza di tempatmu. Lebih lantang dari diamnya dunia. Tidak perlu jadi Muslim untuk membela Palestina, cukup jadi manusia yang berakal dan punya hati. #FreePalestine #StopGenocide. Tabik!
*)Gerilyawan Selatan